Kisah Nabi Idris a.s (Alaihi salam)
Kisah Nabi Idris a.s.
1. Awal Kehidupan dan Pemberian Nama
Nabi Idris adalah nabi kedua dalam Islam setelah Nabi Adam a.s., dengan nama asli Akhnukh atau Henokh, dan merupakan keturunan keenam dari Nabi Adam a.s. Ia diperkirakan hidup sekitar 4000 hingga 5000 tahun yang lalu, lahir di Babilonia (Irak Kuno) dan kemudian hijrah ke Mesir ketika penduduk Babilonia mulai banyak melakukan dosa. Ia diberi nama "Idris" karena kegemarannya membaca dan belajar sejak kecil.
2. Diangkat Menjadi Nabi dan Wahyu yang Diterima
Nabi Idris diangkat menjadi nabi pada usia sekitar 40 tahun, meskipun ada riwayat yang menyebutkan 82 tahun. Ia adalah nabi pertama yang menerima wahyu melalui Malaikat Jibril, yaitu 30 lembaran shahifah yang berisi pedoman dan ajaran untuk disampaikan kepada kaumnya.
3. Dakwah dan Perjuangan Melawan Kemungkaran
Kaum Nabi Idris adalah Bani Qabil, keturunan Qabil yang telah meninggalkan ajaran tauhid dan menyembah api. Ia berdakwah dengan tekun, membagi waktunya menjadi tiga hari untuk berdakwah dan empat hari untuk beribadah kepada Allah SWT. Ia mengajak kaumnya untuk kembali menyembah Allah semata, meninggalkan kemungkaran, dan mengamalkan ajaran yang diterimanya.
4. Keistimewaan dan Ilmu Pengetahuan
Nabi Idris memiliki berbagai keistimewaan yang diberikan oleh Allah SWT.
- Orang pertama yang bisa membaca dan menulis menggunakan pena, serta menguasai berbagai bahasa.
- Orang pertama yang menjahit pakaian, yang merupakan langkah besar dalam peradaban manusia karena sebelumnya manusia menggunakan kulit hewan sebagai penutup aurat.
- Menguasai berbagai bidang ilmu, seperti perbintangan, matematika, arsitektur, ilmu alam, dan medis.
- Orang pertama yang menetapkan berat dan ukuran untuk keperluan kehidupan sehari-hari.
5. Peristiwa dengan Malaikat Izrail dan Akhir Hayat
Suatu ketika, Nabi Idris bertemu dengan Malaikat Izrail yang menyamar menjadi tamu. Setelah mengetahui identitasnya, Nabi Idris meminta izin untuk melihat surga dan neraka. Atas izin Allah, ia diperlihatkan kedua tempat tersebut. Setelah melihat keindahan surga, Nabi Idris tidak ingin meninggalkannya dan memohon kepada Allah untuk dicabut nyawanya dan ditempatkan di surga. Allah mengabulkan permohonannya, dan Nabi Idris wafat dengan usia sekitar 308 tahun atau 360 tahun menurut beberapa riwayat, serta ditempatkan di surga dengan derajat yang tinggi.
